Kerentanan Finansial di Kalangan Lansia Perkotaan Indonesia

Kajian tentang bagaimana guncangan pendapatan, pekerjaan informal, dan terbatasnya cakupan pensiun menyatu untuk menghasilkan prekaritas di usia lanjut.

Kerentanan Finansial di Kalangan Lansia Perkotaan Indonesia

Indonesia menghadapi transisi demografis yang signifikan. Proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas diproyeksikan meningkat dari sekitar 10 persen pada 2020 menjadi lebih dari 20 persen pada 2050. Namun, sistem perlindungan sosial yang ada belum siap menghadapi perubahan ini — terutama bagi mereka yang menghabiskan sebagian besar hidup mereka di sektor informal.

Abstrak

Makalah ini mengkaji kerentanan finansial di kalangan lansia perkotaan Indonesia dengan menggunakan data survei rumah tangga. Kami mendokumentasikan bagaimana kombinasi guncangan pendapatan, ketergantungan pada pekerjaan informal, dan terbatasnya cakupan pensiun formal menciptakan kondisi prekaritas yang tidak tertangkap oleh ukuran kemiskinan konvensional.

Temuan kami menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen lansia perkotaan di Indonesia tidak memiliki tabungan yang cukup untuk menanggung biaya kesehatan darurat selama lebih dari tiga bulan. Mereka yang bergantung pada transfer dari anak-anak menghadapi risiko ganda: ketidakpastian pendapatan mereka sendiri dan ketidakpastian kemampuan anak untuk memberikan dukungan.

Pendahuluan

Dalam literatur ekonomi penuaan, kerentanan finansial sering didefinisikan secara sempit sebagai posisi di bawah garis kemiskinan. Definisi ini melewatkan dimensi penting dari ketidakamanan ekonomi: ketidakmampuan untuk menyerap guncangan, ketergantungan pada sumber pendapatan yang tidak stabil, dan absennya mekanisme perlindungan formal.

Di Indonesia, tiga faktor struktural menciptakan konteks yang unik untuk memahami kerentanan finansial lansia. Pertama, cakupan pensiun formal yang sangat terbatas. Kedua, dominasi pekerjaan informal sepanjang siklus hidup. Ketiga, norma budaya yang menempatkan anak-anak sebagai jaring pengaman utama di hari tua — norma yang semakin tertekan oleh urbanisasi dan perubahan struktur keluarga.

Catatan untuk pembaca

Ini adalah working paper. Komentar dan masukan sangat diterima. Hubungi penulis melalui halaman Kontak.